REAKSI REDUKSI-OKSIDASI (REDOKS) KLASIK

 REAKSI OKSIDASI & REDUKSI

Reaksi redoks atau reaksi reduksi oksidasi dikenal sebagai reaksi transfer elektron. Reaksi tersebut memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Tahukah kamu apa saja peranannya? Dan apakah kamu sudah paham dengan reaksi redoks, reduktor dan oksidator? Jika masih ragu, simak terus penjelasan mengenai reaksi redoks.

Apa itu Reaksi Redoks (Reaksi reduksi oksidasi)?

Pada mulanya, para ahli kimia menggunakan istilah “oksidasi” digunakan untuk menjelaskan konsep reaksi dengan oksigen. Namun, seiring perkembangan teori dalam kimia konsep reaksi redoks dibagi menjadi tiga, yaitu berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen, pengikatan dan pelepasan elektron dan berdasarkan perubahan bilangan oksidasi. 


1. Reaksi Redoks Berdasarkan pengikatan dan pelepasan unsur oksigen.

Dalam sesi ini akan membahas konsep awal mengenai reaksi redoks, yaitu berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen. Sesuai dengan namanya “Oksidasi” yang berarti reaksi yang terjadi pengikatan oksigen. Secara singkat, konsep reaksi redoks berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen, seperti di tabel.


Dari persamaan diatas karena reduksi dan oksidasi terjadi secara bersamaan, maka disebut reaksi redoks. Jika dilihat dari persamaan diatas:

Unsur 2 Fe mengalami reduksi (pelepasan/pengurangan oksigen) karena unsur Oksigen di unsur Fe sudah tidak ada sedangkan di senyawa Fe2O3 terdapat 3 Oksigen.

Begitu dengan senyawa CO2 mengalami oksidasi karena senyawa CO2 mengalami pengikatan/penambahan unsur oksigen.

Contoh oksidasi berdasarkan pengikatan oksigen:


2. Reaksi Redoks Berdasarkan pengikatan dan pelepasan unsur hidrogen. 

Secara ringkas konsep redoks berdasarkan pengikatan dan pelepasan unsur hidrogen sama seperti konsep redoks diatas yaitu menggunakan unsur kimia, namun terdapat perbedaan pada reduksi dan oksidasinya, yaitu


Persamaan diatas merupakan reaksi oksidasi berdasarkan pelepasan/pengurangan hidrogen. Jika dilihat dari senyawa CH3CH2OH masih terdapat unsur hidrogen kemudian mengalami oksidasi sehingga Senyawa CH3CHO kekurangan hidrogen. 


Kedua konsep diatas merupakan konsep klasik reaksi redoks karena konsep tersebut ditemukan sebelum perkembangan teori kimia sehingga jarang sekali digunakan. Perkembangan teori kimia dimulai sejak ditemukannya bahwa elektron sama unsur dapat mengalami perpindahan atau sering disebut serah terima elektron. Untuk konsep reaksi redoks modern akan dibahas pada pembahasan selanjutnya.


My Adventure (Part 1)

     Well gatau kenapa diusia 21 tahun ini aku merasa emosi dan mental seperti rollcoaster. Serius banget deh, rasanya tuh kayak permen nano-nano. Sebenernya engga diusia 21 juga sih, aku udah mengalami hal itu dari smp tapi kenapa ya lebih kerasa banget di umur sekarang ini? dan aku lagi suka banget mempelajari tentang psikolog, ya salah satunya karena aku mau mengenal diriku lebih baik dan bagaimana aku bisa menjadi orang yang selalu berkembang dan sukses. Hal ini terdorong karena ekspetasi orang tua yang lebih dan emang dari aku sendiri pengen lebih berkembang. 

    Salah satu hal yang aku lebih sering alami yaitu emosi yang tidak stabil dan perasaan yang tidak menentu. Kalau dari youtube yang aku tonton sih, aku itu mengalami "lelah mental", lelah mental ini seperti perasaan yang dimiliki dinamis, maksudnya kamu nangis tanpa sebab engga tau alasan nangis, ya tiba-tiba emang mau nangis aja sering banget tuh aku alami dan masih banyak lagi. Kalau aku tonton dari video youtube bisa disimpulkan kita hidup didunia ini, jika ingin sukses, berkembang, menjadi orang kaya, menjadi orang baik, ingin disenangi semua orang dan lain-lain itu semua terletak pada mindset dan perilaku/habits kamu setiap hari. Jujur aku udah alami ketika aku mau masuk kuliah, bener-bener aku merasa depresi, stress, hilang arah. Sampai ketika aku sudah diterima disalah satu univ, mereka bilang "Alhamdullilah mama seneng liat kamu bisa senyum lepas, kemarin-kemarin kamu tuh kelihatan diluar senyum tapi didalem kamunya terlihat sedih dan banyak pikiran" πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ bener banget mamaku. Waktu itu aku mendapat jalur SNMPTN (kalau orang bilang itu jalur undangan), dan waktu aku sudah pilih univnya aku  menanamkan mindset "Jangan terlalu berharap dapat, SNMPTN itu ibarat untung-untungan". Eitss bukan berarti aku pesimis loh gais, aku punya mindset seperti itu supaya aku tidak terlalu terpuruk. OK, dan hasilnyaaa ternyata ...... aku ditolak diketiga univ yang kupilih. Sedih?? Pasti sedih tapi aku tidak terlalu larut dalam sedih karena aku berpikir masih ada SBMPTN/UTBK dan darisana aku akan berusaha sekuat tenaga.

    Selama persiapan SBMPTN, alhamdullilah kedua orangtuaku memfasilitasi dengan les disuatu lembaga. Tidak mau aku sia-siakan, aku belajar dengan sangat giat. Berangkat pagi, Pulang malem (udah kayak orang kerja aja yaπŸ˜‚πŸ˜‚) eh tapi bener loh aku tuh pulang sampe bener-bener itu tempat les tutup. Tiga bulan aku belajar bersama teman-teman perjuanganku yang nemenin aku juga belajar dari pagi sampe malem. 

Menilik Sarjana Pendidikan Kimia

https://images.app.goo.gl/R8LTudAMw4RkvNVJ6
Source: https://images.app.goo.gl/R8LTudAMw4RkvNVJ6


        Kali ini aku akan membahas tentang jurusan pendidikan kimia karena dijurusan ini aku sedang menenpuh pendidikan. Untuk kalian yang ingin tahu alasan aku memilih pendidikan kimia, bisa kalian kunjungi blog aku yang satu iniπŸ‘‡πŸ‘‡

https://nurmaulahtitis28.blogspot.com/2020/03/my-dream.html

Setelah aku masuk jurusan pendidikan kimia, banyak sekali respon orang-orang terdekat dan orang yang bertanya itu diluar ekspetasi aku. Coba tulisakan dikolom komentar satu kata menurut teman-teman yang ada dipikiran, jika mendengar mengenai jurusan kimia?? Wah pasti beragam sekali ini... tapi satu hal yang tidak aku lupakan yaitu sahabatku mengatakan bahwa aku setelah lulus akan membuat alat peledak/bom (πŸ˜‚πŸ˜‚✌✌) Maaf ya teman-teman, itu hanya candaan kok bukan maksud menyinggung. Eitsss tapi persepsi orang yang berpikir  itu salah semua lhoo... baik jurusan kimia dan pendidikan kimia itu seru dan asyik banget serius deh, rasanya nano nano. Kenapa??? karena teman-teman nanti akan melakukan praktikum dilaboratorium hihiwhiw... Mungkin kalau di SMA atau SMP labnya pasti terbatas ya karena beberapa pelajaran seperti biologi dan fisika serta kimia pasti akan digabung. Setelah terjun langsung ke jurusan kimia atau pendidikan kimia, Wahh keren bukan main. Teman-teman akan melihat berbagai alat yang belum pernah dijumpai di SMA, mungkin untuk SMK yang menjurus kekimia seperti farmasi atau kimia yang lain akan terbiasa karena alat-alat tersebut sama saja.

Rasanya belajar di jurusan pendidikan kimia menurut pribadiku yaa itu super padet, apalagi di semester awal tapi walaupun padet tetep seru karena kita melakukannya bareng-bareng sama teman. Di semester awal itu aku masih belajar semua seperti SMA Ipa  secara umum ada fisika, biologi, praktikum fisika, praktikum kimia, praktikum biologi, semuanya masih dipelajari. Mungkin ini sebagai tahap awal atau mungkin remind kembali pelajaran sebelumnya. Sebenarnya ketiga mata pelajaran tersebut saling berkaitan satu sama lain loh.. tapi yang lebih seimbang itu menurutku kimia karena ada teori dan ada perhitungannya juga. Banyak nih yang tanya, "Kimia susah engga sih?"πŸ˜‚πŸ˜‚Hm... gimana ya tergantung dari orangnya masing-masing, karena pelajaran kimia di kuliah itu beda banget, beda sekali dengan pelajaran SMA. Di SMA itu kalau bisa dibilang hanya dasarnya aja. Menurutku sih kimia itu susah gampang ya, karena konsep teorinya itu harus kuat banget kalau modal cuman hafalan agak sulit, bener-bener belajar pake logika. Beda yaa sama cinta, "Cinta ini kadang-kadang tak ada logika"πŸ˜†πŸ˜†. 

Okeyy karena aku ambil pendidikan kimia, jadi mata kuliah yang aku pelajari ada 2 yaitu materi kependidikan dan materi kimia murninya. Bagi yang belum tau, materi kependidikan itu ada landasan pendidikan, pengembangan peserta didik, teori belajar dan pembelajaran, metodologi pembelajaran, Profesi pendidik dan Tenaga Kependidikan, Telaah Kurikulum Kimia, Media Pembelajaran Kimia, PPEP, Microteaching, dan PKM. Kalau di kampus materi kependidikan yang aku pelajari itu, mungkin kalau dikampus lain ada yang berbeda. Menurutku seru sihh belajar tentang kependidikan, benar-benar menantang, ternyata jadi guru itu engga mudah lho.... mungkin secara umum guru hanya mengajar materi sekolah yaa tapi lebih dari itu guru juga harus mendidik anak muridnya bukan hanya mengajar. Mendidik itu sepeti mengajarkan akhlak dan karakter yang baik untuk masa depan anak muridnya dan sedangkan anak murid memiliki sifat dan pemikiran yang berbeda-beda.. Bisa bayangkan satu kelas berisi 40 siswa dan guru tersebut harus memahami 40 sifat yang berbeda-bedaaπŸ˜„πŸ˜„. Wah pantesan ya profesi guru itu dapat amal dunia dan akhirnya 

REAKSI REDUKSI-OKSIDASI (REDOKS) KLASIK

 REAKSI OKSIDASI & REDUKSI Reaksi redoks atau reaksi reduksi oksidasi dikenal sebagai reaksi transfer elektron. Reaksi tersebut memiliki...