Resume Buku Risalah Pergerakan Mahasiswa


Asalamualaikum Wr. Wb Teman-TemanπŸ™‹πŸ˜„πŸ˜„


Pada kesempatan ini, saya ingin me-resume buku yang berjudul “Risalah Pergerakan Mahasiswa”, untuk teman-teman yang penasaran yukk bisa dibaca di sini!!!. Dari judul bukunya sudah terlihat bahwa isinya merupakan pergerakan mahasiswa untuk Negeri Indonesia. Pergerakan identik dengan aksi massa, apakah kalian mengetahui aksi massa? Aksi massa adalah berhimpun dan bergeraknya sebuah komunitas social yang disebabkan oleh adanya wacana politik tertentu yang bias dipahami secara rasional dan atau rasional. Aksi massa pergerakan mahasiswa digerakkan oleh para aktivis mahasiswa melalui LPM (Lembaga Pergerakan Mahasiswa) yang menjadikan WPM (Wacana Pergerakan Mahasiswa) sebagai platform gerakan. Aksi pergerakan mahasiswa biasanya disebut sebagai aksi kolektif yang dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki tujuan khusus yang melibatkan perubahan sosial. Pandangan masyarakat terhadap demonstrasi bermacam-macam, namun banyak masyarakat yang berpandangan bahwa demonstrasi identik dengan kekerasan. Hal ini dapat terjadi karena banyaknya akhir dari demonstrasi dengan kerusuhan dan kekerasan, bahkan media massa menggambarkan demonstrasi dengan luka-luka, darah, hingga korban nyawa. Demonstrasi seperti itu pernah terjadi pada tahun 1998 untuk meruntuhkan Orde Baru dan mengusung Reformasi, kasus Tanjung Priok dan kejadian Tri sakti yang banyak memakan korban nyawa. Realitas seperti itu membuat orang tua takut dan melarang anak-anaknya untuk terlibat demonstrasi. Citra demonstrasi dikalangan masyarakat perlu dicermati karena akan berdampak pada pergerakan mahasiswa itu sendiri. Jika pandangan masyarakat terhadap demonstrasi menjadi anti demonstrasi, maka itu tamatnya pergerakan mahasiswa. Oleh karena itu, perubahan para aktivis pergerakan mahasiswa adalah konstitusional nir-kekerasan. Konstitusional berarti perubahan yang dituntut dan dilakukan pergerakan mahasiswa tetapi menghormati dan menghargai konstitusi serta perundang-undangan yang ada, sedangkan nir-kekerasan berarti metode perubahan sosial yang dilakukan tanpa kekerasan. Metode demonstrasi ada berbagai macam dan dibagi menjadi 3 berdasarkan derajat intensitasnya:
·         Protes, demonstrasi, dan persuasi
·         Nonkooperasi ekonomi, sosial, dan politik
·         Intervensi tanpa kekerasan
Metode pertama yaitu penyampaian tuntutan dengan jalan komunikasi publik, agar penguasa menanggapinya. Komunikasi tidak terbatas verbal, tetapi juga simbolik dan interaktif. Terdapat sekitar 54 metode, diantaranya:

1.      Pernyataan publik
2.      Deklarasi
3.      Petisi
4.      Slogan
5.      Karikatur
6.      Poster
7.      Leaflet
8.      Lobi
9.      Simbol pakaian
10.  Warna bendera
11.  Gambar seseorang sebagai protes
12.  Doa protes
13.  Drama
14.  Musik
15.  Parade
16.  Upacara kematian korban represi
17.  Pengiriman deputi perwakilan
18.  Duduk di jalan
19.  Walk out


Selain itu terdapat metode non kooperasi adalah aksi nir-kekerasan dengan cara tidak mau kerja sama dengan rezim atau memutus hubungan dengan rezim sehingga kepentingan rezim terganggu. Sekitar 103 macam diantaranya:

1.      Boikot
2.      Penundaan dukungan
3.      Mogok
4.      Keluar dari lembaga tertentu
5.      Tinggal di rumah saja
6.      Pergi hijrah
7.      Boikot ekonomi
8.      Embargo
9.      Sanksi ekonomi
10.  Menolak dukungan
11.  Menolak bantuan
12.  Memblok komando dan informasi
13.  Menolak rapat
14.  Menolak dialog
Metode intervensi diambil ketika metode di atas tidak berjalan. Metode tersebut sebagai jalan terakhir karena memiliki risiko yang tinggi, metode ini adalah menekan secara psikologis dan fisik tanpa kekerasan kepada pihak lawan atau penguasa. Terdapat sekitar 41 macam aksi masuk di sini, diantaranya:


1.      Puasa
2.      Mempuasai hari-hari jatuhnya korban
3.      Mogok makan
4.      Menduduki tempat strategis
5.      Membuat alternatif organisasi massa
6.      Blokade tempat simbol penindasan
7.      Membuka kedok agen rahasia
8.      Membebaskan tahanan politik
9.      Memutus hubungan penguasa dengan pendukungnya
10.  Memojokkan posisi penguasa dari pergaulan internasional

Gerakan sosial biasanya dibentuk dari beberapa kampanye kolektif yang dilakukan oleh beberapa aktor kolektif, dari beberapa kampanye kolektif akan terbentuk gerakan sosial. Pamela Oliver (1989) menyatakan bahwa gerakan sosial dicirikan dari: jenis reaksinya, orang-orang yang melakukan gerakan sosial, hal yang ingin diubah dan tujuannya. Ditinjau dari jenis aksinya, aksi kolektif dapat berupa: Civil action, Protest action, Obstruction action, dan Violent action
Pergerakan mahasiswa seharusnya menghindari aksi dan demonstrasi yang berbentuk kerusuhan dan kekerasan karena aksi-aksi inilah yang mencederai citra pergerakan mahasiswa sebagai pergerakan moral dan intelektual, sehingga banyak orang tua yang melarang anaknya untuk aksi turun ke jalan. Mari teman-teman mahasiswa seluruh Indonesia, beraksi lah dengan cara yang damai untuk mencapai tujuan bersama.
Hidup mahasiswa!!!
Hidup rakyat Indonesia!!!                                       

Wassalamualaikum Wr. Wb

PKM FMIPA 1 2019



Bismillah….
Assalamu’alaikum Wr. Wb Teman-TemanπŸ™‹πŸ˜„πŸ˜„
Alhamdullilah briefing PKMF 2019 sudah dilaksanakan setelah itu, terbitlah PKMF 1 yang dilaksanakan hari Rabu, 27 Maret 2019, pukul 16.00 di Gedung Dewi Sartika lantai 10 di ruang 10.05. Pembukaan acara dibawakan oleh MC yaitu Hanif dari Matematika 2017, kemudian pembacaan tata tertib dan ada materi mengenai “Urgensi Kaderisasi” yang dibawakan oleh kak Al Bais Basyari Bais dari Pendidikan Agama Islam 2015 yang dimoderatori oleh Alfian Putra dari Kimia 2017.
Dari materi tersebut saya lebih memahami arti dari kaderisasi, kaderisasi itu bukanlah menciptakan kader yang dapat menjalankan semua program, tapi lebih dari itu. Saya selalu teringat dengan perkataan Kepala Departemen Kaderisasi saya bahwa kaderisasi itu ibarat jantungnya sebuah organisasi, tanpa ada kader suatu organisasi akan sulit untuk berjalan dengan dinamis. Ada perumpamaan tentang kaderisasi yaitu “Kaderisasi layaknya bibit tanaman yang sedang dipupuk, diperhatikan dan dijaga dari penggangu-pengganggu sehingga menghasilkan buah yang baik kemudian buah itu dipetik dan bijinya ditanam kembali untuk menghasilkan buah-buah yang baik.”  Kaderisasi juga terdapat 4 Tugas Pokok dan Fungsi yaitu
1.      Pembentukan; para kader mencari dan membentuk anggota-anggotanya untuk membentuk organisasi yang baru.
2.      Penjagaan; setelah dibentuk menjadi karakter yang baik kemudian di jaga agar tidak menghilang tanpa kabar
3.      Peningkatan Kualitas; kualitas para kader ditingkatkan supaya dapat bermanfaat bagi orang sekelilingnya.
4.      Pewarisan; para kader yang sudah siap akan mewariskan pengalaman yang sudah dilalui kepada kader selanjutnya untuk membentuk kembali kader yang baru.

Selain itu, ada Fungsi dari kaderisasi itu sendiri yaitu pewarisan Nilai ( jujur, terbuka, dan saling menghargai), penjamin keberlangsungan organisasi dan sarana belajar bagi anggota. Mengapa kaderisasi itu penting dalam organisasi? Karena kaderisasi merupakan bagian yang menciptakan dan menjaga kader yang akan melanjutkan perjuangan. Kaderisasi dapat dikatakan berhasil jika dapat merekrut dan mengajak yang lain. Pengkaderan dapat diawali dari PKMP, PKMF, dan PKMU. Selain itu, Pengkaderan di BEM UNJ sendiri terdapat
·         PAM (Pelatihan Advokasi Mahasiswa),
·         SAC( Social Adventure Camp),
·         TER (Diklit BEM UNJ).
Pastinya dalam melakukan sesuatu terdapat tantangan begitu pula dengan kaderisasi, biasanya tantangan tersebut dapat muncul dari individu itu sendiri seperti komunikasi yang kurang baik, sedang mengejar skripsi, menjadi tulang punggung keluarga dan kader itu sendiri tidak tertarik dengan agenda-agenda kaderisasi. Dalam kaderisasi kita dituntu untuk berpikir dewasa dan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada disekitar kita walaupun masalah kita sendiri belum terselesaikan. Kaderisasi yang efektif dan ideal memiliki konsep yang terencana, waktu yang teragendakan, dan memiliki input dan output yang jelas. Yang paling berkesan untuk saya dari materi ini  yaitu prinsip kaderisasi yaitu mendengarkan atau letakkan dihati dulu baru bertindak karena tidak banyak orang yang hanya dapat mendengarkan sesuatu tanpa berkomentar. Sebelum mengakhiri field report PKMF 2019 ini, Ada Quotes tentang kaderisasi;
1.      Disaat orang lain meminta, engkau memberi
2.      Disaat orang lain menyalahkan, engkau memaafkan
3.      Disaat orang lain saling menyakiti, engkau menebar kasih saying
4.      Disaat orang lain mengucilkan kekurangan, engkau justru menutup telinga
Demikian yang dapat saya ceritakan mengenai briefing dan PKMF 1, kurang lebihnya mohon maaf karena kesempurnaan hanya milik Allah dan kekurangan datangnya dari saya pribadi.
Hidup Mahasiswa!!!

Hidup Rakyat Indonesia!!!


#PKMFMIPA2019
#FMIPAMelesat
#IntegritasTanpaBatas


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.




Briefing PKM FMIPA 2019

Assalamualaikum Wr. Wb Teman-teman...πŸ™‹πŸ˜„πŸ˜„

Pada kesempatan ini, saya akan membagikan pengalaman selama mengikuti agenda PKMF dari Briefing sampai PKMF 1. Perkenalkan, nama saya Titis Nurmaulah dari Prodi Pendidikan Kimia 2017. Saat briefing PKMF 2019, saya berhalangan hadir karena ada agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap hari Senin. Saya mendapatkan susunan acara briefing PKMF ini dari salah seorang teman saya yang menceritakan secara singkat. Kurang lebih susunan acara seperti berikut, acara dilaksanakan pada Senin, 25 Maret 2019,  dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan  dilaksanakan di Gedung Dewi Sartika lantai 10 di ruang 10.16. Adapun, susunan acara briefing PKMF yaitu pembukaan yang dibawakan oleh MC, lalu tilawah dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian MC memperkenalkan jargon PKMF tahun ini yaitu "Pemuda Menginspirasi, berintegritas, totalitas tanpa batas". Setelah itu, sambutan dari ketua pelaksana PKM FMIPA 2019 yaitu Fahmi yang memberikan semangat untuk para peserta dalam mengikuti rangkaian PKMF 2019. Kemudian, sambutan kedua diisi oleh penanggung jawab PKMF 2019 yaitu Kak Revo yang memberikan semangat kepada para peserta dan mengharapkan apa yang telah didapatkan di rangkaian PKMF 2019 dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah sambutan-sambutan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan yaitu totalitas perjuangan, buruh tani, dan darah juang tetapi lagu darah juang tidak dinyayikan karena para peserta tidak hafal, sehingga para peserta diwajibkan menghafal ketiga lagu tersebut.


Kemudian, ada pembagian kelompok beserta fasilnya yang dipandu oleh sie. Acara yaitu Mario Aditya. Setelah pembagian kelompok, Saya berada dikelompok 8 yang memiliki anggota 12 orang dengan fasil saya yaitu Kak Anas Sadewo dari Pendidikan Fisika 2016. Pada saat itu, kelompok saya bergabung dengan kelompok lain karena kak Anas tidak datang.


Setelah kumpul dengan fasil, Ada pengumuman terkait penugasan individu dan kelompok. Kemudian, acara ditutup oleh MC dengan doa penutup forum. Agenda briefing pun berakhir pukul 17.45 WIB. Demikian Field Report saya untuk Briefing PKMF 2019. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah membaca. Stay Tune untuk Field Report PKMF 1 yaaa!!!!

Hidup Mahasiswa!!!
Hidup Rakyat Indonesia!!!

Sumber : Nisa Amalia Rahmawati

#PKMFMIPA2019
#FMIPAMelesat
#IntegritasTanpaBatas




REAKSI REDUKSI-OKSIDASI (REDOKS) KLASIK

 REAKSI OKSIDASI & REDUKSI Reaksi redoks atau reaksi reduksi oksidasi dikenal sebagai reaksi transfer elektron. Reaksi tersebut memiliki...