Asalamualaikum Wr. Wb Teman-Temanπππ
Pada kesempatan ini, saya ingin
me-resume buku yang berjudul “Risalah Pergerakan Mahasiswa”, untuk teman-teman
yang penasaran yukk bisa dibaca di sini!!!. Dari judul bukunya sudah terlihat
bahwa isinya merupakan pergerakan mahasiswa untuk Negeri Indonesia. Pergerakan
identik dengan aksi massa, apakah kalian mengetahui aksi massa? Aksi massa
adalah berhimpun dan bergeraknya sebuah komunitas social yang disebabkan oleh
adanya wacana politik tertentu yang bias dipahami secara rasional dan atau
rasional. Aksi massa pergerakan mahasiswa digerakkan oleh para aktivis
mahasiswa melalui LPM (Lembaga Pergerakan Mahasiswa) yang menjadikan WPM
(Wacana Pergerakan Mahasiswa) sebagai platform
gerakan. Aksi pergerakan mahasiswa biasanya disebut sebagai aksi kolektif
yang dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki tujuan khusus yang melibatkan
perubahan sosial. Pandangan masyarakat terhadap demonstrasi bermacam-macam,
namun banyak masyarakat yang berpandangan bahwa demonstrasi identik dengan
kekerasan. Hal ini dapat terjadi karena banyaknya akhir dari demonstrasi dengan
kerusuhan dan kekerasan, bahkan media massa menggambarkan demonstrasi dengan
luka-luka, darah, hingga korban nyawa. Demonstrasi seperti itu pernah terjadi
pada tahun 1998 untuk meruntuhkan Orde Baru dan mengusung Reformasi, kasus
Tanjung Priok dan kejadian Tri sakti yang banyak memakan korban nyawa. Realitas
seperti itu membuat orang tua takut dan melarang anak-anaknya untuk terlibat
demonstrasi. Citra demonstrasi dikalangan masyarakat perlu dicermati karena
akan berdampak pada pergerakan mahasiswa itu sendiri. Jika pandangan masyarakat
terhadap demonstrasi menjadi anti demonstrasi, maka itu tamatnya pergerakan
mahasiswa. Oleh karena itu, perubahan para aktivis pergerakan mahasiswa adalah
konstitusional nir-kekerasan. Konstitusional berarti perubahan yang dituntut
dan dilakukan pergerakan mahasiswa tetapi menghormati dan menghargai konstitusi
serta perundang-undangan yang ada, sedangkan nir-kekerasan berarti metode
perubahan sosial yang dilakukan tanpa kekerasan. Metode demonstrasi ada
berbagai macam dan dibagi menjadi 3 berdasarkan derajat intensitasnya:
·
Protes,
demonstrasi, dan persuasi
·
Nonkooperasi
ekonomi, sosial, dan politik
·
Intervensi tanpa
kekerasan
Metode
pertama yaitu penyampaian tuntutan dengan jalan komunikasi publik, agar
penguasa menanggapinya. Komunikasi tidak terbatas verbal, tetapi juga simbolik
dan interaktif. Terdapat sekitar 54 metode, diantaranya:
1.
Pernyataan
publik
2.
Deklarasi
3.
Petisi
4.
Slogan
5.
Karikatur
6.
Poster
7.
Leaflet
8.
Lobi
9.
Simbol pakaian
10. Warna bendera
11. Gambar seseorang sebagai protes
12. Doa protes
13. Drama
14. Musik
15. Parade
16. Upacara kematian korban represi
17. Pengiriman deputi perwakilan
18. Duduk di jalan
19.
Walk out
Selain
itu terdapat metode non kooperasi adalah aksi nir-kekerasan dengan cara tidak
mau kerja sama dengan rezim atau memutus hubungan dengan rezim sehingga
kepentingan rezim terganggu. Sekitar 103 macam diantaranya:
1.
Boikot
2.
Penundaan dukungan
3.
Mogok
4.
Keluar dari
lembaga tertentu
5.
Tinggal di rumah
saja
6.
Pergi hijrah
7.
Boikot ekonomi
8.
Embargo
9.
Sanksi ekonomi
10. Menolak dukungan
11. Menolak bantuan
12. Memblok komando dan informasi
13. Menolak rapat
14. Menolak dialog
Metode intervensi diambil ketika metode
di atas tidak berjalan. Metode tersebut sebagai jalan terakhir karena memiliki risiko
yang tinggi, metode ini adalah menekan secara psikologis dan fisik tanpa
kekerasan kepada pihak lawan atau penguasa. Terdapat sekitar 41 macam aksi
masuk di sini, diantaranya:
1.
Puasa
2.
Mempuasai
hari-hari jatuhnya korban
3.
Mogok makan
4.
Menduduki tempat
strategis
5.
Membuat alternatif
organisasi massa
6.
Blokade tempat
simbol penindasan
7.
Membuka kedok
agen rahasia
8.
Membebaskan tahanan
politik
9.
Memutus hubungan
penguasa dengan pendukungnya
10. Memojokkan posisi penguasa dari pergaulan
internasional
Gerakan sosial biasanya dibentuk dari
beberapa kampanye kolektif yang dilakukan oleh beberapa aktor kolektif, dari
beberapa kampanye kolektif akan terbentuk gerakan sosial. Pamela Oliver (1989)
menyatakan bahwa gerakan sosial dicirikan dari: jenis reaksinya, orang-orang
yang melakukan gerakan sosial, hal yang ingin diubah dan tujuannya. Ditinjau dari
jenis aksinya, aksi kolektif dapat berupa: Civil
action, Protest action, Obstruction action, dan Violent action
Pergerakan mahasiswa seharusnya
menghindari aksi dan demonstrasi yang berbentuk kerusuhan dan kekerasan karena
aksi-aksi inilah yang mencederai citra pergerakan mahasiswa sebagai pergerakan
moral dan intelektual, sehingga banyak orang tua yang melarang anaknya untuk
aksi turun ke jalan. Mari teman-teman mahasiswa seluruh Indonesia, beraksi lah
dengan cara yang damai untuk mencapai tujuan bersama.
Hidup mahasiswa!!!
Hidup rakyat Indonesia!!!
Wassalamualaikum Wr. Wb




