REAKSI REDUKSI-OKSIDASI (REDOKS) KLASIK

 REAKSI OKSIDASI & REDUKSI

Reaksi redoks atau reaksi reduksi oksidasi dikenal sebagai reaksi transfer elektron. Reaksi tersebut memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari. Tahukah kamu apa saja peranannya? Dan apakah kamu sudah paham dengan reaksi redoks, reduktor dan oksidator? Jika masih ragu, simak terus penjelasan mengenai reaksi redoks.

Apa itu Reaksi Redoks (Reaksi reduksi oksidasi)?

Pada mulanya, para ahli kimia menggunakan istilah “oksidasi” digunakan untuk menjelaskan konsep reaksi dengan oksigen. Namun, seiring perkembangan teori dalam kimia konsep reaksi redoks dibagi menjadi tiga, yaitu berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen, pengikatan dan pelepasan elektron dan berdasarkan perubahan bilangan oksidasi. 


1. Reaksi Redoks Berdasarkan pengikatan dan pelepasan unsur oksigen.

Dalam sesi ini akan membahas konsep awal mengenai reaksi redoks, yaitu berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen. Sesuai dengan namanya “Oksidasi” yang berarti reaksi yang terjadi pengikatan oksigen. Secara singkat, konsep reaksi redoks berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen, seperti di tabel.


Dari persamaan diatas karena reduksi dan oksidasi terjadi secara bersamaan, maka disebut reaksi redoks. Jika dilihat dari persamaan diatas:

Unsur 2 Fe mengalami reduksi (pelepasan/pengurangan oksigen) karena unsur Oksigen di unsur Fe sudah tidak ada sedangkan di senyawa Fe2O3 terdapat 3 Oksigen.

Begitu dengan senyawa CO2 mengalami oksidasi karena senyawa CO2 mengalami pengikatan/penambahan unsur oksigen.

Contoh oksidasi berdasarkan pengikatan oksigen:


2. Reaksi Redoks Berdasarkan pengikatan dan pelepasan unsur hidrogen. 

Secara ringkas konsep redoks berdasarkan pengikatan dan pelepasan unsur hidrogen sama seperti konsep redoks diatas yaitu menggunakan unsur kimia, namun terdapat perbedaan pada reduksi dan oksidasinya, yaitu


Persamaan diatas merupakan reaksi oksidasi berdasarkan pelepasan/pengurangan hidrogen. Jika dilihat dari senyawa CH3CH2OH masih terdapat unsur hidrogen kemudian mengalami oksidasi sehingga Senyawa CH3CHO kekurangan hidrogen. 


Kedua konsep diatas merupakan konsep klasik reaksi redoks karena konsep tersebut ditemukan sebelum perkembangan teori kimia sehingga jarang sekali digunakan. Perkembangan teori kimia dimulai sejak ditemukannya bahwa elektron sama unsur dapat mengalami perpindahan atau sering disebut serah terima elektron. Untuk konsep reaksi redoks modern akan dibahas pada pembahasan selanjutnya.


My Adventure (Part 1)

     Well gatau kenapa diusia 21 tahun ini aku merasa emosi dan mental seperti rollcoaster. Serius banget deh, rasanya tuh kayak permen nano-nano. Sebenernya engga diusia 21 juga sih, aku udah mengalami hal itu dari smp tapi kenapa ya lebih kerasa banget di umur sekarang ini? dan aku lagi suka banget mempelajari tentang psikolog, ya salah satunya karena aku mau mengenal diriku lebih baik dan bagaimana aku bisa menjadi orang yang selalu berkembang dan sukses. Hal ini terdorong karena ekspetasi orang tua yang lebih dan emang dari aku sendiri pengen lebih berkembang. 

    Salah satu hal yang aku lebih sering alami yaitu emosi yang tidak stabil dan perasaan yang tidak menentu. Kalau dari youtube yang aku tonton sih, aku itu mengalami "lelah mental", lelah mental ini seperti perasaan yang dimiliki dinamis, maksudnya kamu nangis tanpa sebab engga tau alasan nangis, ya tiba-tiba emang mau nangis aja sering banget tuh aku alami dan masih banyak lagi. Kalau aku tonton dari video youtube bisa disimpulkan kita hidup didunia ini, jika ingin sukses, berkembang, menjadi orang kaya, menjadi orang baik, ingin disenangi semua orang dan lain-lain itu semua terletak pada mindset dan perilaku/habits kamu setiap hari. Jujur aku udah alami ketika aku mau masuk kuliah, bener-bener aku merasa depresi, stress, hilang arah. Sampai ketika aku sudah diterima disalah satu univ, mereka bilang "Alhamdullilah mama seneng liat kamu bisa senyum lepas, kemarin-kemarin kamu tuh kelihatan diluar senyum tapi didalem kamunya terlihat sedih dan banyak pikiran" πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ bener banget mamaku. Waktu itu aku mendapat jalur SNMPTN (kalau orang bilang itu jalur undangan), dan waktu aku sudah pilih univnya aku  menanamkan mindset "Jangan terlalu berharap dapat, SNMPTN itu ibarat untung-untungan". Eitss bukan berarti aku pesimis loh gais, aku punya mindset seperti itu supaya aku tidak terlalu terpuruk. OK, dan hasilnyaaa ternyata ...... aku ditolak diketiga univ yang kupilih. Sedih?? Pasti sedih tapi aku tidak terlalu larut dalam sedih karena aku berpikir masih ada SBMPTN/UTBK dan darisana aku akan berusaha sekuat tenaga.

    Selama persiapan SBMPTN, alhamdullilah kedua orangtuaku memfasilitasi dengan les disuatu lembaga. Tidak mau aku sia-siakan, aku belajar dengan sangat giat. Berangkat pagi, Pulang malem (udah kayak orang kerja aja yaπŸ˜‚πŸ˜‚) eh tapi bener loh aku tuh pulang sampe bener-bener itu tempat les tutup. Tiga bulan aku belajar bersama teman-teman perjuanganku yang nemenin aku juga belajar dari pagi sampe malem. 

Menilik Sarjana Pendidikan Kimia

https://images.app.goo.gl/R8LTudAMw4RkvNVJ6
Source: https://images.app.goo.gl/R8LTudAMw4RkvNVJ6


        Kali ini aku akan membahas tentang jurusan pendidikan kimia karena dijurusan ini aku sedang menenpuh pendidikan. Untuk kalian yang ingin tahu alasan aku memilih pendidikan kimia, bisa kalian kunjungi blog aku yang satu iniπŸ‘‡πŸ‘‡

https://nurmaulahtitis28.blogspot.com/2020/03/my-dream.html

Setelah aku masuk jurusan pendidikan kimia, banyak sekali respon orang-orang terdekat dan orang yang bertanya itu diluar ekspetasi aku. Coba tulisakan dikolom komentar satu kata menurut teman-teman yang ada dipikiran, jika mendengar mengenai jurusan kimia?? Wah pasti beragam sekali ini... tapi satu hal yang tidak aku lupakan yaitu sahabatku mengatakan bahwa aku setelah lulus akan membuat alat peledak/bom (πŸ˜‚πŸ˜‚✌✌) Maaf ya teman-teman, itu hanya candaan kok bukan maksud menyinggung. Eitsss tapi persepsi orang yang berpikir  itu salah semua lhoo... baik jurusan kimia dan pendidikan kimia itu seru dan asyik banget serius deh, rasanya nano nano. Kenapa??? karena teman-teman nanti akan melakukan praktikum dilaboratorium hihiwhiw... Mungkin kalau di SMA atau SMP labnya pasti terbatas ya karena beberapa pelajaran seperti biologi dan fisika serta kimia pasti akan digabung. Setelah terjun langsung ke jurusan kimia atau pendidikan kimia, Wahh keren bukan main. Teman-teman akan melihat berbagai alat yang belum pernah dijumpai di SMA, mungkin untuk SMK yang menjurus kekimia seperti farmasi atau kimia yang lain akan terbiasa karena alat-alat tersebut sama saja.

Rasanya belajar di jurusan pendidikan kimia menurut pribadiku yaa itu super padet, apalagi di semester awal tapi walaupun padet tetep seru karena kita melakukannya bareng-bareng sama teman. Di semester awal itu aku masih belajar semua seperti SMA Ipa  secara umum ada fisika, biologi, praktikum fisika, praktikum kimia, praktikum biologi, semuanya masih dipelajari. Mungkin ini sebagai tahap awal atau mungkin remind kembali pelajaran sebelumnya. Sebenarnya ketiga mata pelajaran tersebut saling berkaitan satu sama lain loh.. tapi yang lebih seimbang itu menurutku kimia karena ada teori dan ada perhitungannya juga. Banyak nih yang tanya, "Kimia susah engga sih?"πŸ˜‚πŸ˜‚Hm... gimana ya tergantung dari orangnya masing-masing, karena pelajaran kimia di kuliah itu beda banget, beda sekali dengan pelajaran SMA. Di SMA itu kalau bisa dibilang hanya dasarnya aja. Menurutku sih kimia itu susah gampang ya, karena konsep teorinya itu harus kuat banget kalau modal cuman hafalan agak sulit, bener-bener belajar pake logika. Beda yaa sama cinta, "Cinta ini kadang-kadang tak ada logika"πŸ˜†πŸ˜†. 

Okeyy karena aku ambil pendidikan kimia, jadi mata kuliah yang aku pelajari ada 2 yaitu materi kependidikan dan materi kimia murninya. Bagi yang belum tau, materi kependidikan itu ada landasan pendidikan, pengembangan peserta didik, teori belajar dan pembelajaran, metodologi pembelajaran, Profesi pendidik dan Tenaga Kependidikan, Telaah Kurikulum Kimia, Media Pembelajaran Kimia, PPEP, Microteaching, dan PKM. Kalau di kampus materi kependidikan yang aku pelajari itu, mungkin kalau dikampus lain ada yang berbeda. Menurutku seru sihh belajar tentang kependidikan, benar-benar menantang, ternyata jadi guru itu engga mudah lho.... mungkin secara umum guru hanya mengajar materi sekolah yaa tapi lebih dari itu guru juga harus mendidik anak muridnya bukan hanya mengajar. Mendidik itu sepeti mengajarkan akhlak dan karakter yang baik untuk masa depan anak muridnya dan sedangkan anak murid memiliki sifat dan pemikiran yang berbeda-beda.. Bisa bayangkan satu kelas berisi 40 siswa dan guru tersebut harus memahami 40 sifat yang berbeda-bedaaπŸ˜„πŸ˜„. Wah pantesan ya profesi guru itu dapat amal dunia dan akhirnya 

Aktivitas Baru 2020



Ada yang baru di tahun 2020 ini... masih ingat dan tidak akan pernah terlupakan pada tanggal 2 Maret 2020 bapak presiden Jokowi mengumumkan virus corona sudah masuk ke Indonesia. Jujur awalnya aku menganggap hal ini biasa saja karena tahu orang-orang Indonesia punya imun yang kebal banget. Ehh tapi ternyata salah bahkan kontak fisik dan aktivitas kita sangat-sangat dibatasi dan itu tandanya orang yang bekerja, sekolah, dan kuliah semua harus dari rumah. Akhirnya wacana penghapusan UN terlaksana juga gara-gara virus coronaπŸ˜‚πŸ˜‚, jadi anak-anak yang lulus tahun 2020 punya sebutan "lulus jalur virus corona", hahaha kasian sihh sebenernya tapi ambil hikmahnya aja yaaa adik-adik... dan kita sebenernya berharap kuliah dirumah jugaaa karena salah satu univeristas di Solo mengeluarkan surat bahwa pembelajaran dari rumah, jadi kitaaa pengen gituu.... oiya namanya itu PJJ, ada yang tahu engga kepanjangannya apa???? eaaa jadi PJJ itu Pembelajaran Jarak Jauh nihh ya buat anak-anak yang lahir di tahun 2018,2019,2020 hehehe. 

Ok, PJJ pun dilaksanakan tanggal 16 Maret 2020 tuhhh masih inget kannn akuuuπŸ˜„πŸ˜„ dan kuliah kita itu pakai platform online misal WhatsApp, Telegram, Zoom dan google classroom. Wihhh mantap gak nihh???? canggih yaaa sekarang ini teknologi sudah berkembang pesat dan jadwalnya sesuai yang telah ditentukan. Seminggu kuliah online, "okelah enak juga, gausah buru-buru mandi, bisa sambil makan, masak, jemurin, intinya bisa multitasking "hehehe jangan ditiru ya... UTS jadi takehome, sementara praktikum via online, bimbingan online dan senkim online wahhh yaa intinya sekarang serba online dan tidak terasa sudah sebulan PJJ, jadi kangen temen-temen kelas, kangen kumpul bareng, kangen belajar tatap muka, kangen sama lab kimia, kangen praktikum😒😒 sekarang jadinya praktikum via online dulu hikshiks. Sebulan PJJ kadang jadi bikin engga semangat karena biasanya bisa ketawa-ketawa sama temen-temen, terus kadang materi yang disampaikan kurang paham, karena memang paling enak itu dalah pembelajaran tatap muka hehehe, tapi alhamdullilahnya PJJ ini membuat semua menjadi aktif dalam pembelajaran beda aja kalau pas tatap muka. Berubah banget kan ya, pendidikan tahun 2020 ini??? Semoga pandemi ini cepat berlalu jadi bisa kembali ke aktivitas sehari-hari, makanya kita harus dirumah aja dulu yaa, batasi kontak fisik, jaga kesehatan tubuh, jangan lupa selalu cuci tangan dengan sabun dan gunakan masker jika keluar rumah yaaa, oke sekian sampai disini dulu yaa......

MY DREAM




Haiiiii Semua udah lama banget engga nulis blog dan kalau nulis cuman buat keperluan organisasiπŸ˜†πŸ˜†. Balik nulis blog lagi, kira-kira ada yang bisa tebak mau nulis tentang apa???? 
Yep!!! benarr jadi aku mau menceritakan mimpi dan angan-anganku kelak. Oiya, kalian tau engga aku kuliah dimana? dan ambil jurusan apa? HEHEHE aku kuliah di Universitas Negeri Jakarta kalo jaman dulu tuh namanya IKIP, kampusnya cagur (Calon guru). Jadi, banyak banget kalo yang nanyain dan bilang, kamu mau jadi guru??? Cieee calon guru....
Mungkin dalam pandangan mereka semua yang masuk UNJ akan menjadi guru kali ya... tapi engga juga kokπŸ˜„. Jurusan yang aku ambil yaitu KIMIA, tepatnya program pendidikan kimia. WIHHH!!! Kalau ditanya saat lulus nanti kamu mau jadi guru/dosen/bukan dibidang kependidikan?
Jawaban aku, Yashhh aku ingin menjadi guru. Sebenarnya, ini cita-cita aku sejak kecil, kalau ditanya kamu mau jadi apa? dokter, guru, pilot dan saat itu aku memilih ingin menjadi guru karena itu juga menjadi cita-cita mama aku. Mama selalu cerita tentang impiannya dan aku termotivasi dengannya, aku ingin melanjutkan sebagian impian mama, mungkin ini alasan yang terlalu klise. Tapi, buat aku sangatlah berarti. Orang tua yang selalu memberikan aku motivasi untuk selalu maju dan mengejar impianku. Saat menginjak SMA keinginanku goyah karena teman-teman aku memandang bahwa profesi guru biasa saja. Tetapi,setelah aku menjadi guru bimbel atau tutor ternyata menjadi guru/dosen bukanlah hal yang mudah, membutuhkan kesabaran, mudah menarik hati siswa, menjaga emosi dan dari semua yang disebutkan sangat sulit buat aku. LANJUT? pasti dongg... keinginan aku menjadi guru semakin kuat bahkan aku ingin menjadi dosen, darisanalah aku belajar berproses, apalagi kimia itu terbilang materi yang sulit. KOK BISA SIH? Bisa dongg,  Awalnya aku tertarik sekali dengan dunia farmasi, karena aku punya tujuan sendiri, aku ingin membuat obat yang dapat menyembuhkan penyakit TBC tanpa efek yang berbahaya, ingin membuat obat kanker alami dan masih banyak lagi. Farmasi ke Kimia? iya, jadi waktu SNMPTN dan SBMPTN aku gak keterima tuh jadi menurut ku farmasi dan kimia itu masih ada hubungannya, dan ternyata benarrr masih adaaa walau sangat jauh. Kecewa? alhamdullilah engga kokk, karena ada hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari semua ini. Jadi, buat kalian yang menganggap profesi guru biasa aja, hm... coba dulu yuk. Bagiku profesi guru adalah pekerjaan paling mulia karena dunia dan akhirat dapat semua. MAKSUDNYA APA ? karena salah satu amalan jariah itu adalah ilmu yang bermanfaat. Masya Allah yaaa... Buat kalian yang mau mengahadapi UTBK semangatt!!! kalau hasilnya tidak sesuai jangan menyerah dan kecewa, karena semua ada hikmahnya. Mungkin segitu dulu cerita aku, kapan-kapan aku akan menceritakan perjalanan panjang sampai aku berada di UNJ, karena dari sana sangat merubah sikap dan sifat aku sehingga menjadi saat ini

Resume Buku Risalah Pergerakan Mahasiswa


Asalamualaikum Wr. Wb Teman-TemanπŸ™‹πŸ˜„πŸ˜„


Pada kesempatan ini, saya ingin me-resume buku yang berjudul “Risalah Pergerakan Mahasiswa”, untuk teman-teman yang penasaran yukk bisa dibaca di sini!!!. Dari judul bukunya sudah terlihat bahwa isinya merupakan pergerakan mahasiswa untuk Negeri Indonesia. Pergerakan identik dengan aksi massa, apakah kalian mengetahui aksi massa? Aksi massa adalah berhimpun dan bergeraknya sebuah komunitas social yang disebabkan oleh adanya wacana politik tertentu yang bias dipahami secara rasional dan atau rasional. Aksi massa pergerakan mahasiswa digerakkan oleh para aktivis mahasiswa melalui LPM (Lembaga Pergerakan Mahasiswa) yang menjadikan WPM (Wacana Pergerakan Mahasiswa) sebagai platform gerakan. Aksi pergerakan mahasiswa biasanya disebut sebagai aksi kolektif yang dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki tujuan khusus yang melibatkan perubahan sosial. Pandangan masyarakat terhadap demonstrasi bermacam-macam, namun banyak masyarakat yang berpandangan bahwa demonstrasi identik dengan kekerasan. Hal ini dapat terjadi karena banyaknya akhir dari demonstrasi dengan kerusuhan dan kekerasan, bahkan media massa menggambarkan demonstrasi dengan luka-luka, darah, hingga korban nyawa. Demonstrasi seperti itu pernah terjadi pada tahun 1998 untuk meruntuhkan Orde Baru dan mengusung Reformasi, kasus Tanjung Priok dan kejadian Tri sakti yang banyak memakan korban nyawa. Realitas seperti itu membuat orang tua takut dan melarang anak-anaknya untuk terlibat demonstrasi. Citra demonstrasi dikalangan masyarakat perlu dicermati karena akan berdampak pada pergerakan mahasiswa itu sendiri. Jika pandangan masyarakat terhadap demonstrasi menjadi anti demonstrasi, maka itu tamatnya pergerakan mahasiswa. Oleh karena itu, perubahan para aktivis pergerakan mahasiswa adalah konstitusional nir-kekerasan. Konstitusional berarti perubahan yang dituntut dan dilakukan pergerakan mahasiswa tetapi menghormati dan menghargai konstitusi serta perundang-undangan yang ada, sedangkan nir-kekerasan berarti metode perubahan sosial yang dilakukan tanpa kekerasan. Metode demonstrasi ada berbagai macam dan dibagi menjadi 3 berdasarkan derajat intensitasnya:
·         Protes, demonstrasi, dan persuasi
·         Nonkooperasi ekonomi, sosial, dan politik
·         Intervensi tanpa kekerasan
Metode pertama yaitu penyampaian tuntutan dengan jalan komunikasi publik, agar penguasa menanggapinya. Komunikasi tidak terbatas verbal, tetapi juga simbolik dan interaktif. Terdapat sekitar 54 metode, diantaranya:

1.      Pernyataan publik
2.      Deklarasi
3.      Petisi
4.      Slogan
5.      Karikatur
6.      Poster
7.      Leaflet
8.      Lobi
9.      Simbol pakaian
10.  Warna bendera
11.  Gambar seseorang sebagai protes
12.  Doa protes
13.  Drama
14.  Musik
15.  Parade
16.  Upacara kematian korban represi
17.  Pengiriman deputi perwakilan
18.  Duduk di jalan
19.  Walk out


Selain itu terdapat metode non kooperasi adalah aksi nir-kekerasan dengan cara tidak mau kerja sama dengan rezim atau memutus hubungan dengan rezim sehingga kepentingan rezim terganggu. Sekitar 103 macam diantaranya:

1.      Boikot
2.      Penundaan dukungan
3.      Mogok
4.      Keluar dari lembaga tertentu
5.      Tinggal di rumah saja
6.      Pergi hijrah
7.      Boikot ekonomi
8.      Embargo
9.      Sanksi ekonomi
10.  Menolak dukungan
11.  Menolak bantuan
12.  Memblok komando dan informasi
13.  Menolak rapat
14.  Menolak dialog
Metode intervensi diambil ketika metode di atas tidak berjalan. Metode tersebut sebagai jalan terakhir karena memiliki risiko yang tinggi, metode ini adalah menekan secara psikologis dan fisik tanpa kekerasan kepada pihak lawan atau penguasa. Terdapat sekitar 41 macam aksi masuk di sini, diantaranya:


1.      Puasa
2.      Mempuasai hari-hari jatuhnya korban
3.      Mogok makan
4.      Menduduki tempat strategis
5.      Membuat alternatif organisasi massa
6.      Blokade tempat simbol penindasan
7.      Membuka kedok agen rahasia
8.      Membebaskan tahanan politik
9.      Memutus hubungan penguasa dengan pendukungnya
10.  Memojokkan posisi penguasa dari pergaulan internasional

Gerakan sosial biasanya dibentuk dari beberapa kampanye kolektif yang dilakukan oleh beberapa aktor kolektif, dari beberapa kampanye kolektif akan terbentuk gerakan sosial. Pamela Oliver (1989) menyatakan bahwa gerakan sosial dicirikan dari: jenis reaksinya, orang-orang yang melakukan gerakan sosial, hal yang ingin diubah dan tujuannya. Ditinjau dari jenis aksinya, aksi kolektif dapat berupa: Civil action, Protest action, Obstruction action, dan Violent action
Pergerakan mahasiswa seharusnya menghindari aksi dan demonstrasi yang berbentuk kerusuhan dan kekerasan karena aksi-aksi inilah yang mencederai citra pergerakan mahasiswa sebagai pergerakan moral dan intelektual, sehingga banyak orang tua yang melarang anaknya untuk aksi turun ke jalan. Mari teman-teman mahasiswa seluruh Indonesia, beraksi lah dengan cara yang damai untuk mencapai tujuan bersama.
Hidup mahasiswa!!!
Hidup rakyat Indonesia!!!                                       

Wassalamualaikum Wr. Wb

PKM FMIPA 1 2019



Bismillah….
Assalamu’alaikum Wr. Wb Teman-TemanπŸ™‹πŸ˜„πŸ˜„
Alhamdullilah briefing PKMF 2019 sudah dilaksanakan setelah itu, terbitlah PKMF 1 yang dilaksanakan hari Rabu, 27 Maret 2019, pukul 16.00 di Gedung Dewi Sartika lantai 10 di ruang 10.05. Pembukaan acara dibawakan oleh MC yaitu Hanif dari Matematika 2017, kemudian pembacaan tata tertib dan ada materi mengenai “Urgensi Kaderisasi” yang dibawakan oleh kak Al Bais Basyari Bais dari Pendidikan Agama Islam 2015 yang dimoderatori oleh Alfian Putra dari Kimia 2017.
Dari materi tersebut saya lebih memahami arti dari kaderisasi, kaderisasi itu bukanlah menciptakan kader yang dapat menjalankan semua program, tapi lebih dari itu. Saya selalu teringat dengan perkataan Kepala Departemen Kaderisasi saya bahwa kaderisasi itu ibarat jantungnya sebuah organisasi, tanpa ada kader suatu organisasi akan sulit untuk berjalan dengan dinamis. Ada perumpamaan tentang kaderisasi yaitu “Kaderisasi layaknya bibit tanaman yang sedang dipupuk, diperhatikan dan dijaga dari penggangu-pengganggu sehingga menghasilkan buah yang baik kemudian buah itu dipetik dan bijinya ditanam kembali untuk menghasilkan buah-buah yang baik.”  Kaderisasi juga terdapat 4 Tugas Pokok dan Fungsi yaitu
1.      Pembentukan; para kader mencari dan membentuk anggota-anggotanya untuk membentuk organisasi yang baru.
2.      Penjagaan; setelah dibentuk menjadi karakter yang baik kemudian di jaga agar tidak menghilang tanpa kabar
3.      Peningkatan Kualitas; kualitas para kader ditingkatkan supaya dapat bermanfaat bagi orang sekelilingnya.
4.      Pewarisan; para kader yang sudah siap akan mewariskan pengalaman yang sudah dilalui kepada kader selanjutnya untuk membentuk kembali kader yang baru.

Selain itu, ada Fungsi dari kaderisasi itu sendiri yaitu pewarisan Nilai ( jujur, terbuka, dan saling menghargai), penjamin keberlangsungan organisasi dan sarana belajar bagi anggota. Mengapa kaderisasi itu penting dalam organisasi? Karena kaderisasi merupakan bagian yang menciptakan dan menjaga kader yang akan melanjutkan perjuangan. Kaderisasi dapat dikatakan berhasil jika dapat merekrut dan mengajak yang lain. Pengkaderan dapat diawali dari PKMP, PKMF, dan PKMU. Selain itu, Pengkaderan di BEM UNJ sendiri terdapat
·         PAM (Pelatihan Advokasi Mahasiswa),
·         SAC( Social Adventure Camp),
·         TER (Diklit BEM UNJ).
Pastinya dalam melakukan sesuatu terdapat tantangan begitu pula dengan kaderisasi, biasanya tantangan tersebut dapat muncul dari individu itu sendiri seperti komunikasi yang kurang baik, sedang mengejar skripsi, menjadi tulang punggung keluarga dan kader itu sendiri tidak tertarik dengan agenda-agenda kaderisasi. Dalam kaderisasi kita dituntu untuk berpikir dewasa dan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada disekitar kita walaupun masalah kita sendiri belum terselesaikan. Kaderisasi yang efektif dan ideal memiliki konsep yang terencana, waktu yang teragendakan, dan memiliki input dan output yang jelas. Yang paling berkesan untuk saya dari materi ini  yaitu prinsip kaderisasi yaitu mendengarkan atau letakkan dihati dulu baru bertindak karena tidak banyak orang yang hanya dapat mendengarkan sesuatu tanpa berkomentar. Sebelum mengakhiri field report PKMF 2019 ini, Ada Quotes tentang kaderisasi;
1.      Disaat orang lain meminta, engkau memberi
2.      Disaat orang lain menyalahkan, engkau memaafkan
3.      Disaat orang lain saling menyakiti, engkau menebar kasih saying
4.      Disaat orang lain mengucilkan kekurangan, engkau justru menutup telinga
Demikian yang dapat saya ceritakan mengenai briefing dan PKMF 1, kurang lebihnya mohon maaf karena kesempurnaan hanya milik Allah dan kekurangan datangnya dari saya pribadi.
Hidup Mahasiswa!!!

Hidup Rakyat Indonesia!!!


#PKMFMIPA2019
#FMIPAMelesat
#IntegritasTanpaBatas


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.




Briefing PKM FMIPA 2019

Assalamualaikum Wr. Wb Teman-teman...πŸ™‹πŸ˜„πŸ˜„

Pada kesempatan ini, saya akan membagikan pengalaman selama mengikuti agenda PKMF dari Briefing sampai PKMF 1. Perkenalkan, nama saya Titis Nurmaulah dari Prodi Pendidikan Kimia 2017. Saat briefing PKMF 2019, saya berhalangan hadir karena ada agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap hari Senin. Saya mendapatkan susunan acara briefing PKMF ini dari salah seorang teman saya yang menceritakan secara singkat. Kurang lebih susunan acara seperti berikut, acara dilaksanakan pada Senin, 25 Maret 2019,  dimulai sekitar pukul 16.00 WIB dan  dilaksanakan di Gedung Dewi Sartika lantai 10 di ruang 10.16. Adapun, susunan acara briefing PKMF yaitu pembukaan yang dibawakan oleh MC, lalu tilawah dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian MC memperkenalkan jargon PKMF tahun ini yaitu "Pemuda Menginspirasi, berintegritas, totalitas tanpa batas". Setelah itu, sambutan dari ketua pelaksana PKM FMIPA 2019 yaitu Fahmi yang memberikan semangat untuk para peserta dalam mengikuti rangkaian PKMF 2019. Kemudian, sambutan kedua diisi oleh penanggung jawab PKMF 2019 yaitu Kak Revo yang memberikan semangat kepada para peserta dan mengharapkan apa yang telah didapatkan di rangkaian PKMF 2019 dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah sambutan-sambutan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan yaitu totalitas perjuangan, buruh tani, dan darah juang tetapi lagu darah juang tidak dinyayikan karena para peserta tidak hafal, sehingga para peserta diwajibkan menghafal ketiga lagu tersebut.


Kemudian, ada pembagian kelompok beserta fasilnya yang dipandu oleh sie. Acara yaitu Mario Aditya. Setelah pembagian kelompok, Saya berada dikelompok 8 yang memiliki anggota 12 orang dengan fasil saya yaitu Kak Anas Sadewo dari Pendidikan Fisika 2016. Pada saat itu, kelompok saya bergabung dengan kelompok lain karena kak Anas tidak datang.


Setelah kumpul dengan fasil, Ada pengumuman terkait penugasan individu dan kelompok. Kemudian, acara ditutup oleh MC dengan doa penutup forum. Agenda briefing pun berakhir pukul 17.45 WIB. Demikian Field Report saya untuk Briefing PKMF 2019. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah membaca. Stay Tune untuk Field Report PKMF 1 yaaa!!!!

Hidup Mahasiswa!!!
Hidup Rakyat Indonesia!!!

Sumber : Nisa Amalia Rahmawati

#PKMFMIPA2019
#FMIPAMelesat
#IntegritasTanpaBatas




LAPORAN OLIMPISME



LAPORAN KEGIATAN PRAKTIK
DAN SOSIALISASI NILAI-NILAI OLIMPISME
DI SMA NEGERI 21 JAKARTA
KAMIS, 07 DESEMBER 2017 / KELAS X MIPA 1

Laporan ini Disusun untuk Memenuhi Mata Kuliah Olimpisme
Semester 107 Tahun Akademik 2017/2018



Disusun Oleh
TITIS NURMAULAH YUSUP   1303617059

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2018

DAFTAR ISI


Daftar Isi.............................................................................................................. i
Kata Pengantar.................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang......................................................................................... 1
1.2  Tujuan Kegiatan....................................................................................... 2
1.3  Tema  Kegiatan........................................................................................ 2
1.4  Ruang Lingkup........................................................................................ 3
BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN
2.1  Jenis Kegiatan.......................................................................................... 4
2.2  Tempat dan Waktu Kegiatan................................................................... 4
2.3  Petugas Kegiatan..................................................................................... 5
2.4  Peserta Kegiatan...................................................................................... 5
2.5  Pelaksanaan dan Kendala Kegiatan......................................................... 5
2.6  Laporan Keuangan Kegiatan................................................................... 6
2.7  Evaluasi Kegiatan.................................................................................... 6
BAB III PENUTUP
3.1  Kesimpulan.............................................................................................. 7
3.2  Saran........................................................................................................ 7
 LAMPIRAN....................................................................................................... 8









KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya kami dapat melaksanakan kegiatan sosialisasi nilai-nilai olimpisme dan dapat menyelesaikan laporan kegiatan tersebut. Laporan tugas akhir  yang berjudul “Penanaman Nilai-Nilai Olimpisme Sebagai Wahana Memahami Budaya Bangsa Pada Siswa SMAN 21 Jakarta” dapat terselesaikan sebagai salah satu syarat dalam memperoleh nilai untuk mata kuliah Olimpisme.
Olimpisme merupakan salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Negeri Jakarta. Laporan kegiatan ini kami buat sebagai pertanggungjawaban dalam memenuhi salah satu tugas dari mata kuliah Olimpisme, yaitu melakukan sosialisasi dan mengenalkan nilai-nilai baik Olimpisme di sekolah-sekolah.
Kami  mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi nilai-nilai olimpisme sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan lancar dan mengucapkan terima kasih kepada:
  1. Drs. Suhartono, M.Sc, selaku Dosen Mata kuliah Olimpisme Universitas Negeri Jakarta yang telah menanamkan nilai-nilai Olimpisme dalam diri kami.
  2. Taga Radja Gah M.pd, selaku Kepala Sekolah SMAN 21 Jakarta, serta pihak sekolah yang bersedia berpartisipasi dan menerima kami dengan baik.
Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan kegiatan ini, oleh karena itu kritik dan saran sangat diharapkan agar laporan yang kami buat bisa lebih baik. Semoga laporan kegiatan yang kami buat bermanfaat dan dapat mendapat wawasan bagi pembaca sekalian.

Jakarta, 14 Januari 2018


Penyusun


BAB I PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
         Dalam kehidupan ini terdapat berbagai macam suku, ras, agama, dan budaya yang berbeda apalagi Indonesia yang merupakan Negara kepulauan yang terdiri dari beberapa pulau besar dan ribuan pulau kecil. Kebudayaan lokal di Indonesia yang beragam itulah yang harus di wariskan ke generasi selanjutnya tetapi hal tersebut dapat menjadikan sebuah tantangan dalam kehidupan.
          Kebudayaan Indonesia akhir – akhir ini mengalami pergeseran akibat masuknya kebudayaan barat dan pengaruh era globalisasi. Kebudayaan barat paling banyak diminati oleh masyarakat Indonesia dari internet ,televise maupun media cetak.
           Bangsa Indonesia dewasa ini di dalam memasuki era globalisasi menghadapi suatu masa yang kritis karena masyarakat mengalami krisis kebudayaan. Krisis kebudayaan bisa menyebabkan dampak krisis sosial, krisis ekonomi, krisis psikologi, dan berbagai krisis lainnya.
           Dari dampak itulah siswa SMA dimana mereka sedang mencari jati dirinya dapat terjemurus dalam hal-hal yang tidak baik, pertengkaran atau tauran antar pelajar sering dialami karena dampak era globalisasi tersebut.Untuk itu dalam mengupayakan hal tersebut kami mensosialisasikan nilai-nilai olimpisme di kalangan pelajar tingkat SMA, agar siswa dapat memahami nilai-nilai olimpisme dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan dapat membangun karakter siswa menjadi orang-orang yang berkarakter dan memiliki rasa respectexcellent, danfriendship terhadap sesama




1.2   TUJUAN KEGIATAN
1. Memberikan wawasan kepada siswa-siswi SMAN 21 Jakarta tentang nilai-nilai   yang terkandung dalam olimpisme.
2.      Menciptakan suasana SMAN 21 Jakarta yang damai tanpa pertengkaran, saling bersahabat, dan meningkatkan prestasi sekolah.
3.      Mengajak Siswa-siswi untuk menerapkan nilai-nilai olimpisme dalam kehidupan sehari-hari.
4.      Memotivasi siswa-siswi agar semangat dalam meraih prestasi
5.      Mengajak siswa-siswi SMAN 21 Jakarta untuk belajar menjadi pemimpin dengan sikap excellentrespectfriendship.
6.      Menerapkan sikap excellentrespectfriendship dalam pembelajaran dikelas.

1.3  TEMA KEGIATAN
Kegiatan ini bertema :
“ Menanamkan  Nilai-Nilai Olimpisme Sebagai Wahana Memahami Budaya Bangsa Demi Terciptanya Generasi Muda Yang Mencintai Budaya Sendiri dan bersifat Altius, Citius, Fortius serta bersikap Excellent, Respect, dan Friendship.

1.4   Ruang Lingkup
     Laporan kegiatan Sosialisasi Penanaman Nilai-Nilai Olimpisme di SMAN 21 Jakarta berisi hal-hal sebagai berikut :
a)      Jenis Kegiatan
b)      Tempat dan Waktu Kegiatan
c)      Petugas Kegiatan
d)     Peserta Kegiatan
e)      Pelaksanaan Kegiatan
f)       Laporan Keuangan Kegiatan
g)      Evaluasi Kegiatan
h)      Lampiran susunan acara, power point, dan dokumentasi
          Pada kegiatan yang kami adakan pada awal Desember , ruangan yang digunakan merupakan ruang kelas belajar-mengajar. Kami diberi kesempatan untuk mensosialisasikan pada kelas X MIPA 1. Karena kegiatandilakukan setelah UAS sekolah maka sangat penting untuk berkoordinasi dengan guru yang bersangkutan. .
           Selama pelaksanaan kegiatan, antusiasme baik dari peserta maupun pemberi materi kegiatan sangat tinggi. Hal penting yang perlu di perhatikan dalam mengadakan kegiatan yang akan diikuti oleh peserta dalam jumlah banyak adalah pembagian tugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban suasana saat kegiatan berlangsung. Selama kegiatan berlangsung, kami membagi tugas untuk menjaga keadaan agar selalu kondusif.
           Terdapat cara-cara yang dapat dilakukan untuk dapat menarik perhatian peserta yang mulai tidak fokus, salah satunya dengan memberikan reward bagi mereka yang aktif, partisipatif, dan mengadakan ice breaking  ditengah-tengah materi.
            Penyampaian materi kami sajikan sebaik mungkin sehingga peserta dapat memenuhi maksud dari apa yang kami sampaikan. Diantaranya melalui cara yang komunikatif dan diserta pemutaran video yang berhubungan dengan materi yang sedang disampaikan.Pengkondisian atau pencairan suasana ( ice breaking ) yang kami lakukan, berhasil membuat peserta untuk tetap fokus mengikuti rangkaian kegiatan. Pengkondisian dengan cara melakukan permainan yang menunjukkan nilai-nilai olimpisme.

             Waktu yang diberikan untuk menyampaikan materi sangat cukup dan efisien karena siswa-siswi yang kondusif dan bersemangat dalam sosialisasi olimpisme.
           Sosialisasi olimpisme ini diharapkan siswa-siswi SMAN 21 Jakarta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Setelah acara berakhir diberikan reward kepada siswa yang aktif dalam sosialisasi olimpisme.

BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

2.1  JENIS KEGIATAN
 Kegiatan Sosialisasi Penanaman Nilai-Nilai Olimpisme yang bertema MenanamkanNilai-Nilai Olimpisme Sebagai Wahana Memahami Budaya Bangsa Demi Terciptanya Generasi Muda Yang Mencintai Budaya Sendiri dan bersifat Altius, Citius, Fortius serta bersikap Excellent, Respect, dan Friendship ini merupakan kegiatan yang berbentuk pemberian atau penyampaian materi  dan  video yang berkaitan dengan olimpisme dan  disertai oleh simulasi permainan sebagai contoh aplikasi langsung.
2.2  TEMPAT DAN WAKTU KEGIATAN
      Rangkaian acara dilakukan pada:
      Hari/tanggal  : Kamis, 07  Desember 2017
     Waktu            :10.30 - 11.30  WIB
     Tempat          : SMAN 21 Jakarta
     Alamat          : Jl. Tanah Mas Raya No. 1, RT.03 / RW.01, Kayu Putih, RT.003/RW.001, Kayu   Putih, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220

2.3  PETUGAS KEGIATAN
Berikut nama-nama pihak yang bertugas dalam kegiatan Sosialisasi Penanaman Nilai-Nilai Olimpisme di SMAN 21 Jakarta.
1.      Anisa Umayah
2.      Nisa Amalia Rahmawati
3.      Rahma Komala Sari
4.     Titis Nurmaulah Yusup

2.4  PESERTA KEGIATAN
           Peserta kegiatan adalah siswa dan siswi kelas X MIPA 1, SMAN 21 Jakarta yang berjumlah 36 orang
2.5  PELAKSANAAN DAN KENDALA KEGIATAN
Kegiatan Sosialisasi Penanaman Nilai-Nilai Olimpisme ini dilaksanakan di SMAN 21 Jakarta pada
tempat            : SMAN 21 JAKARTA
hari, tanggal   : Kamis,   07  Desember 2017
pukul              : 10.30 - 11.30  WIB
           Kegiatan ini diikuti oleh 36 siswa – siswi kelas X MIPA 1 di SMAN 21 Jakarta, kegiatan ini diawali dengan pengenalan olimpisme setelah itu mengenal nilai-nilai olimpisme. Kegiatan ini dilakukan dengan  penyampainan materi serta menonton video yang mengandung nilai-nilai olimpisme dan  dalam bentuk permainan yang diakhiri dengan menarik kesimpulan.
           Dalam pelaksanaannya, kegiatan yang kami lakukan mengalami beberapa kendala, yaitu sebagai berikut :
1.      Cukup sulit mengatur jadwal sosialisasi di SMAN 21 Jakarta .
2.      Perizinan sosialisasi yang sangat lama dari pihak sekolah
        Adapun susunan acara kegiatan Sosialisasi Penanaman Nilai-Nilai Olimpisme terdapat pada halaman terlampir.
2.6  LAPORAN KEUANGAN

Pemasukan
Iuran anggota kelompok             : Rp 11.000 @4 =         Rp. 44.000
Total Pemasukan                         :                                    Rp. 44.000

B.     Pengeluaran
              Snack                                   :                                     Rp 44.000

C.     Total
Pemasukan                                  :                                      Rp 44.000
Pengeluaran                                 :                                     Rp 44.000
............................................................................................................................. - 
 Saldo                                           :                                   0


2.7   EVALUASI KEGIATAN
        Kegiatan sosialisasi penanaman nilai-nilai olimpisme yang kami adakan di SMAN 21 Jakarta  pada hari Kamis, 07 Desember 2017 berlangsung sukses dan berjalan dengan baik.
        Sebelum memulai sesuatu kegiatan siapkan materi terlebih dahulu, pembagian tugas harus dilaksanakan sebelum kegiatan dilaksanakan dan penting bagi panitia pelaksana untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah terutama dalam memastikan tempat pelaksanaan kegiatan sudah tersedia dan siap digunakan.
 




REAKSI REDUKSI-OKSIDASI (REDOKS) KLASIK

 REAKSI OKSIDASI & REDUKSI Reaksi redoks atau reaksi reduksi oksidasi dikenal sebagai reaksi transfer elektron. Reaksi tersebut memiliki...